Namaku Amaryllis

Namaku Amaryllis

Oktober 2017 lalu ada pemandangan indah menghiasi dinding-dinding facebook saya, juga instagram saya.  Banyak orang posting tentang indahnya bunga berwarna orange. Amaryllis namanya.   Kebetulan deretan bunga bunga nan cantik itu mekar di awal musim penghujan. Artinya setahun sekali mekar dan  biasanya hanya sekitar 21 hari alias 3 minggu lamanya. Ada yang menyebut bahwa bunga ini adalah bunga Lily atau bakung yang pada awalnya dikenal sebagai tanaman pengganggu di lahan pertanian. Namun, beberapa artikel mengatakan bahwa bunga ini berbeda dengan bunga Lily.

Salah satu kebun bunga amarylis yang sekarang menjadi icon kabupaten Gunung Kidul

Di manakah kebun bunga Amaryllis indah seperti dalam gambar di atas?  Daerah Istimewa Yogyakarta punya!! Tepatnya berada di Jl. Wonosari, Patuk, kabupaten Gunung Kidul.  Kebun ini milik seorang bernama Bapak Sukadi. Di kanan kiri jalan menuju lokasi kebun bunga milik bapak Sukadi ini memang banyak ditemukan bunga bunga Amaryllis. Oleh orang Gunung Kidul sendiri sering disebut “Bambang Procot”. Sempat hampir punah dan jarang ditemui, maka bapak Sukadi mulai mengumpulkan bunga bunga ini dari ladang milik petani. Pandangan masyarakat pun berubah dari tanaman yang semula dianggap hama menjadi bunga-bunga yang indah.

Berfoto di tengah lautan bunga amaryllis

Sekali lagi cekrek ^_^

Ada dua kebun di daerah sini yang terbilang cukup besar, yakni milik Bapak Sukadi dan milik kerabat Bapak Sukadi di bagian belakangnya.  Ada beberapa hot spot untuk berswafoto ria di sini. Kebetulan lahan yang ditanam bunga bunga ini sangat luas dan wowww indah sekali saat bunga bermekaran serasa berada di lautan bunga. Hati-hati ya, jangan menginjak dan memetik bunga ^_^

Dari salah satu sudut kebun

Orang Yunani menyebut bunga ini sebagai amarysso yang berarti kemegahan.

Cukup bayar 5ribu per orang untuk melihat dan cekrek-cekrek di sini. Dan ternyata mampu menyedot banyak wisatawan juga yaa. Ada pedagang juga yang jualan mainan anak2, bakso bakar, maupun jagung bakar. Mau beli bibit bunga nya pun bisa, yang sudah mekar tinggal tanam dan terdiri dari 3 tangkai dijual seharga 10rb. Ada juga yang berupa bibit siap tanam.  Sayang, saya hanya sebentar singgah di kebun bunga tersebut karena hujan deras dan jalannya berlumpur (dalam bahasa Jawa: mblethok).

Satu hal yang dapat saya simpulkan dari kunjungan singkat ini yakni, “Jadilah seperti bunga Amaryllis walaupun hanya mekar sebentar namun mampu menyebarkan kebahagiaan bagi banyak orang” dan kemudian jadi ingat quote Ali bin Abi Thalib, “ Jadilah seperti bunga bahkan kepada tangan yang menghancurkannya”. Dan tetap yaa, bagaimanapun caranya jangan lupa untuk bahagia.

Saatnya refreshing teman-teman ^_^ Jangan Lupa Bahagiaaaa…..

Replies: 0 / Share:

You might also like …

Post Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *